Sungguh, Tak Masalah Tak Saling Menatap Karena Masih Ada Doa yang Lebih Kuat Dalam Mengikat

Posted on
Loading...

Tak apa meski ribuan kilo meter kita terpisahkan. Karena jarak tak pernah salah dan tak pernah sedikit pun menjadi penghalang. Jarak membuatku semakin mengerti arti dari penantian dan perjuangan yang sesungguhnya.

 

Loading...

Tidak masalah kita tak bisa saling menatap, karena masih ada doa yang lebih kuat dalam urusan mengikat.

tak apa kita tak dapat saling bertegur sapa, masih ada Allah yang akan menyatukan hangatnya doa kita suatu saat nanti. Sungguh, berada pada koridor Tuhan Jauh lebih menyenangkan dan menenangkan, Percayalah. Jarak menjadi pelipur saat banyak yang hilang kendali saat saling berdekatan.

Meski Tak Mungkin, Tapi Kadang Kekuatan Doa Jauh Lebih Hebat Daripada Sekadar Perhatian yang Berlebihan.

Bersamamu, sempat membawaku melayang begitu tinggi, hingga diri tak lagi bisa aku kendalikan,
Yang membawa diri ini pada rasa yang bernama luka. Bersamamu kala itu adalah impian, Namun hanya sekejap kemudian aku terbangun bersama dengan luka, Karena ternyata kamu tak ada lagi disisi. Walau tak mungkin lagi (sepertinya), ada doa yang masih hidup dalam jiwa-jiwa kita

Ada harap yang masih aku simpan diam-diam Ada rasa yang ingin aku menjaganya meski aku tau rasa itu hanya akan berujung dengan luka. Ada hal-hal yang hingga kini aku yakini, Salah satunya adalah kembali bertemu dan bersama denganmu diwaktu yang tepat dan dalam keadaan yang lebih baik,
Bukankah Allaah mahapenentu hal-hal akhir?

Meski Kadang-Kadang Perasaan Kecewa Selalu Hampir Menghamirimu.

Terima kasih telah menghentikan paksa semua yang terjadi. Awalnya ini menjadi takdir yang kubenci, tapi perlahan akau mengerti sebuah jeda atas penatnya rasa harus kulewati. Ini tak sepatutnya kubenci, justru Tuhan-ku sedang berbaik hati memberikan kuistirahat atas semua kecewa.

Terlambat sekali untuk mengerti. Maafkan hambamu ini Ya Rabbi. Buta sebab, terlampau mencintai dusta. Kini, aku terima. Semua jeda penghindar luka. Kamu benar, aku sudah tak sanggup lagi kecewa. Waktunya aku pergi, ketempat yang tak kujumpai perih yang sama lagi. Memilih jeda dalam cinta. Menunggu waktu terbaik agar tak kecewa.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Artikel by instagram @diarihidupkita

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *