Mempelai Laki-laki tak Hadir, Ibu Gadis 12 Tahun Ambruk Pingsan, Rencana Pernikahan Kacau

Posted on
Loading...

Pernikahan RSR (12) dengan sang calon suami, Erwin (21), Selasa (8/5/2018), kacau.

Padahal para tamu sudah hadir di rumah RSR di Jalan Samratulangi, Balangnipa, Sinjai Utara, Sinjai, Sulawesi Selatan.

Loading...

Sinar, ibu RSR tampak tersenyum menyambut kehadiran para tamu, yang diiringi musik.

Namun, tiba-tiba kabar tak sedap datang dari kerabat keluarga Sinar-Basri di Jeneponto.

Ternyata anaknya batal ijab kabul di Tino, Taroang, Jeneponto karena ditolak KUA.

Wajah semringah Sinar pun seketika digantikan tetesan air mata dan jeritan histeris hingga ia ambruk pingsan.

Di rumah Erwin sendiri juga sudah tampak dekorasi pesta pernikahan.

Namun iring-iringan pengantin dilakukan tanpa kehadiran Erwin karena akad nikah rupanya ditolak KUA.

“Ini cuma mau dihadiri pestanya perempuan (Rezki) karena sudah sebar undangan.”

“Kalau calon pengantinnya (Erwin) tidak ikuti karena ada permintaan dari kepala KUA Tarowang (Abdul Salam) untuk tidak dilaksanakan akad nikah, begitu juga di dalam (Sinjai) tidak diizinkan nikah.”

“Jadi kita hanya laksanakan pesta, nanti akad nikahnya masih menunggu,” kata Musakkir, kakek Erwin.

Sebelumnya, Lurah Balangnipa, Muh Azharuddi Al Anshari, juga sudah menegur, tetapi keluarga pengantin bersikeras melangsungkan pernikahan.

Pemerintah menolak untuk menyalahi aturan undang-undang pernikahan, seperti dilansir Tribun-Video.com dari Tribun-Timur.com, Selasa (8/5/2018).

“Kami sudah tegur langsung orang tua mereka Basri dan Sinar agar tidak menikahkan anaknya. Kalau mau nikahkan anaknya jangan di Sinjai karena itu di bawah umur,” kata Muh Azharuddin Al Anshari, Senin (7/5/2018).

Orangtua calon pengantin sendiri nekat menikahkan anaknya dengan alasan tak mau anaknya jadi bahan pembicaraan karena telah dua tahun berpacaran.

Diketahui, RSR baru saja mengikuti UN SD, sementara Erwin dulunya tak menyelesaikan kelas 6 SD karena ikut orangtuanya merantau ke Serawak, Malaysia.

Uang panaik alias mahar yang diberikan Erwin untuk RSR sejumlah Rp32,5 juta dan beras 500 liter.

Sumber : tribun

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *